Etos Kerja Islami
Dalam bekerja untuk mencari nafkah, Islam memberikan arahan atau tuntunan. Barangkali, inilah etika bekerja dalam Islam atau "etos kerja Islami", ketika dalam bekerja itu umat Islam diharuskan:
Pertama, bekerja dengan sebaik-baiknya. "Sebaik-baik pekerjaan ialah usahanya seorang pekerja jika ia berbuat sebaik-baiknya" (HR. Ahmad).
Kedua, bekerja keras atau rajin. "Siapa bekerja keras hingga lelah dari kerjanya, maka ia terampuni (dosanya) karenanya" (Al-Hadis). "Berpagi-pagilah dalam mencari rezeki dan kebutuhan hidup. Sesungguhnya pagi-pagi itu mengandung berkah dan keberuntungan" (HR. Ibnu Adi dari Aisyah).
Ketiga, menekankan pentingnya kualitas kerja atau mutu produk. "Sesungguhnya Allah menginginkan jika salah seorang darimu bekerja, maka hendaklah meningkatkan kualitasnya" (Al-Hadis).
Keempat, menjaga harga diri serta bekerja sesuai aturan yang ada. "Carilah kebutuhan hidup dengan senantiasa menjaga harga diri. Sesungguhnya segala persoalan itu berjalan menurut ketentuan" (HR. Ibnu Asakir dari Abdullah bin Basri).
Menjaga harga diri bisa berarti tidak melanggar aturan, tidak melakukan perbuatan yang membawa aib pada diri sendiri, namun sebaliknya, berusaha maksimal mencapai prestasi dan prestise.
Kamis, Mei 14, 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar